Sekarang saya sangat memaklumi mengapa orang Jakarta lebih memilih bermacet-macetan ke Puncak atau Bandung saat weekend, karena hiburan yang ditawarkan oleh kota metropolitan ini tidak lain dan tidak bukan hanyalah mal, mal dan mal. Bahkan sampai saat ini pun masih banyak spot-spot di Jakarta yang sedang dalam proses pembuatan mal baru atapun pengembangan mal, dimana sebuah mal bisa memiliki tidak hanya satu tapi dua mal. Sebut saja Mal Pondok Indah 2 atau Mal Kelapa Gading 3 atau yang baru saja saya dengar yaitu rencana pembuatan Central Park 2. Orang Jakarta yang ingin berlibur saat weekend sangat kesulitan memilih tempat untuk bersantai bersama keluarga selain mal, karena taman bermain di Jakarta selain jumlahnya yang tidak banyak, fasilitasnya pun tidak mendukung. Kalaupun ada yang nyaman, harganya yang tidak manusiawi di kantong.
Itulah kenapa kami lebih memilih bermacet-macetan ke Bandung or Puncak dari pada di Jakarta dengan mal-malnya, Need something different!
Saptu, tanggal 5 Mei 2012 lalu gue berkesempatan hadir pada acara seminar yang bertajuk EOS Master Craftsman South East Asia Tour dengan pembicaranya adalah Fotographer adventure asal Colorado – Amerika, yang bernama Tyler Stableford. Seminar yang diadakan oleh CANON Data Scrip tersebut diselenggarakan di studio 1 XXI Episentrum Jakarta. Selain lokasinya yang sangat menarik, dimana jarang sekali ada seminar diadakan di dalam sebuah gedung bioskop, seminar ini pun juga menghadirkan pembicara yang sudah sangat kompeten dibidangnya. Tyler Stableford telah beberapa kali memenangkan penghargaan bergengsi fotography international dan juga telah membuat beberapa film documentary yang bertema adventure alam.



Acara seminar dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi pertama yang berlangsung dari jam 10.00 – 11.45 adalah seminar yang diisi dengan menampilkan karya-karya foto dan film documentary karya Tyler Stableford dan pada saat bersamaan Tyler Stableford menjelaskan setiap proses dari pengambilan foto-foto dan behind the scen film documentary tersebut. Beberapa lokasi yang menjadi latar dari karya-karya Tyler Stableford banyak diambil di daerah-daerah yang memiliki alam yang sangat exotic ataupun extrem, contohnya di Pegungungan Himalaya ataupun di dalam sebuah pertambangan batu bara di daerah America Selatan. Sedangkan sesi keduanya yang berlangsung dar1 jam 12.30 – 14.00 diisi dengan live photoshot oleh Tyler Stableford yang mengambil foto dua atlet sepak bola free style. Tyler Stableford juga memberikan tips-tips bagaimana cara membuat sebuah foto terlihat hidup dan tajam dengan bantuan pencahayaan buatan.



Dengan hanya membayar sebesar Rp. 125.000, peserta sudah mendapatkan notebook EOS, cleaning kit EOS, snack break lunch yang terdiri dari Hotdog & French fries ala XXI, caramel popcorn, dan dua botol air mineral, sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Tyler Stableford dan tentunya kesempatan untuk bertemu dan mendapat ilmu tentang fotography adeventure langsung dari fotographer adventure professional Tyler Satbleford. Over all acara yang berlangsung dari pukul 10.00 – 14.00, bisa dibilang sangat memuaskan dan berkesan. Saya pribadi sangat menyukai pemilihan lokasi dari seminar kali ini, karena selain bisa foto-foto interior XXI Episentrum tanpa khawatir dilarang oleh security setempat, setelah acara berlangsung para peserta bisa sekalian hunting foto architecture gedung-gedung dengan design sangat menarik yang banyak berjejer di Episentrum.
Siang tadi saat break lunch gue hampir aja kehilangan sesuatu, HP CDMA gue. Saat makan di kantin, gue kurang hati-hati sehingga meninggalkan pouch yang berisi hp di meja tempat gue makan siang. Dan syukur Alhamdulillah ternyata masih ada orang yang baik dan jujur, karena pada saat akan keluar dari area kantin tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri gue dan bilang bahwa di meja tempat gue makan tadi ada pouch yang tertinggal. Orang ini pun dengan baiknya mengantarkan gue kembali ke dalam kantin untuk mengambil pouch dan HP tersebut yang telah disimpan dan diselamatkan oleh salah satu penjaga kios disana.
Selain harus jauh lebih berhati-hati lagi kedepannya, gue juga harus banyak-banyak bersyukur karena masih diberi perlindungan karena bertemu dengan orang-orang yang jujur.
Give Thanks To Allah.